-->

Kisah KH. Hamid Yang Penuh Barokah


Assalamualaiku warahmatullahi wabarakatu
“Bagi siapa saja yang membaca kisah auliya, saya harap selalu menjaga adab dan sopan santun terhadap beliau, Semoga dengan membaca kisah para auliyah tertanam dalam diri kita kecintaan kepadanya, serta kita beserta keturunan kita termasuk orang dicintai oleh Allah Azza wajallah”
KISAH KESAKTIAN IJAZAH KIYAI HAMID PASURUAN DIBUKTIKAN KANG AYIP MUH JAGASATARU CIREBON
Malam-malam Kiyai Hamid Pasuruan bertamu kerumah Kang Ayip Muh Jagasatru Cirebon.
“Yip, lagi punya hajat apa?” Kiyai Hamid membuka obrolan.
“Saya lagi membangun masjid pesantren, kiyai”
“Sampean minta uang atau doa, Yip?”
“Doa saja, Kiyai”
“Sampean putari tanah yang hendak dibangun masjid sambil baca Shalluu Ala Muhammad”
“Dhomir Sholluu ditunjukkan kesiapa, Kiyai?” Tanya Kang Ayip.
“Sudahlah baca saja...”
Pagi sehabis subuh Kang Ayip langsung mengamalkan ijazah dari Kiyai Hamid. Ia memutari pondasi bangunan sambil merapal Shalawat pemberian Kiyai yang dikenal khariqul adah itu.
Tiga hari berikutnya datang seorang bermata sipit menghampiri Kang Ayip yang sedang duduk-duduk mengawasi tukang bangunan.
“Lagi bangun tempat sembahyang, Kang Ayip?”
“Ya, betul, jawab Kang Ayip singkat.
Obrolan berlanjut pada tema yang lain.
Kang Ayip Muh dikenal sebagai ulama semua umat, lintas etnis dan lintas agama. Habib yang Jawa ini (pakaian sehari-hari kopyah dan sarung, fasih bahasa Jawa dan Sunda dan tidak pakai antum-antuman) kerap dimintai nasehat, bimbingan, juga wejangan oleh setiap tamu yang sowan kerumahnya. Semua ulama dan Kiyai, khususnya di Wilayah Tiga Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka menaruh hormat dan ta'dhim pada beliau, karena disamping seorang Habib beliau alim allamah juga tawaduk.
Seminggu berikutnya Kang Ayip kaget ada sebuah truk besar sedang membongkar muatan besi bangunan persis disamping pondasi bangunan Masjid.
"Besi ini milik siapa?" tanya Kang Ayip pada sopir truk.
“Saya disuruh majikan untuk mengantarkan besi kealamat ini Kiyai, jawab sopir sambil menunjukkan kwitansi toko bangunan kepada Kang Ayip.
Kiyai Hamid dan Kang Ayip adalah dua ulama patok bumi tanah Jawa:
Jawa Barat dan Jawa Timur. Dua-duanya dikenal Awliya Allah (kekasih Allah) yang masyhur baik dibumi maupun dilangit.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

1 Response to "Kisah KH. Hamid Yang Penuh Barokah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel