Kewajiban menuntut ilmu
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
ا لـسَّـلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَا
تُهُ
اَلْحَمْدُ
للهِ الَّذِيْ عَلَّمَ الإِنْسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ وَالَّذِيْ أَرْسَلَ
رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَالدِّيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلٰى الدِّيْنِ كُلِّهِ
وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى
يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Sebagai pembuka marilah kita memanjatkan rasa puji syukur kepada Allah SWT.
Yang tidak pernah berhenti sedikitpun memberikan rahmat dan nikmat kepada kita
sehingga kita dapat hadir di majelis ini benar-benar memenuhi kewajiban kita
menuntut ilmu, yang mana ilmu tersebut sebagai bekal kita menghadap Allah Yang
Maha Kuasa.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad
SAW. Sebagai uswatun khasanah bagi kita umat manusia.
Para teman-temanku seperjuangan yang dimuliakan Allah,
Pada kesempatan yang berbahagia ini merilah kita niati untuk menambah ilmu,
niat beribadah kepada Allah.
Izinkan saya akan menyampaikan pidato kali ini yang bertemakan : ”
KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU “
Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa Alloh akan mengangkat derajat manusia
berdasarkan Iman dan Ilmu sebagaimana
dijelaskan dalam Firman Alloh (Qs Al-Mujadalah : 11)
يَرْفَعِ
اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ
بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُ
Artinya : Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)
Dalam ayat tadi sudah jelas sekali, Allah akan mengangkat derajat manusia
karena ilmunya bukan karena hartanya, bukan karena mobilnya yang mewah, bukan
pula karena rumahnya yang megah, harta melimpah. Karena Itu semua hanyalah
kenikmatan semata maka dari itu sebagai seorang muslim yang sejati sudah
sepantasnya mempunyai ilmu yang memadai.
Allah Juga berfirman dalam surat Al-Qashas ayat 77.
وَابْتَغِ
فِيْمَا آتَاكَ اللهُ الدَّارَ الآخرةَ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia
(al-Qashash:77)
Ilmu adalah cahaya kehidupan yang diberikan Alloh kepada manusia, dimana dengan ilmu seseorang dapat memperoleh
petunjuk untuk mengarungi kehidupan yang penuh dengan beragam persoalan dan
permasalahan sebagaimana Pepatah mengatakan “dengan iman ilmu akan terarah,
dengan ilmu hidup akan menjadi mudah, dan dengan seni hidup akan menjadi indah.
Sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW :
طَلَبُ
الْعِلْمِ فَرِ يْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُـسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ
Artinya : “ Menuntut ilmu ( itu ) wajib bagi setiap muslim laki – laki dan
perempuan “( H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Nasai ).
Dalam melakukan segala sesuatu supaya mendapatka hasil yang baik,
diperlukan ilmu, yakni ilmu pengetahuan yang menjadikan seseorang mengetahui
dan paham akan kualitas hasil yang diusahakan, sebagai contoh seseorang akan
tahu kualitas ibadah kepada Allah apabila ia mengetahui ilmu pengetahuan syarat
– syarat suatu ibadah, nilai dan makna yang penting.
Seorang petani tidak akan menjadi petani yang sukses tanpa mengetahui ilmu
dan cara bercocok tanam. Begitu pula seorang pedagang tidak akan menjadi
pedagang yang sukses tanpa tahu ilmu dan cara berdagang.
Rasulullah SAW mengajak umatnya untuk mencari ilmu sejak ayunan bunda
hingga liang lahad. Sebagaimana sabda beliau :
اُ
طْلُبُوْا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ اِلَى اللَّحْدِ
Artinya : “ Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat” .
Para teman-temanku seperjuangan yang dimuliakan Allah,
Dimana ilmu itu terbagi dalam dua
kategori, pertama hukumnya menjadi fardhu ‘ain untuk mempelajari ilmu agama
seperti aqidah, fiqih, akhlak serta Al-Qur’an. Ilmu-ilmu ini bersifat praktis,
artinya setiap muslim wajib memahami dan mempraktekkan dalam pengabdiannya
kepada Allah.
Dan kedua hukumnya menjadi fardu kifayah untuk mempelajari ilmu pengetahuan
umum seperti : ilmu sosial, kedokteran, ekonomi serta teknologi. Fardu Kifayah
artinya tidak semua orang dituntut untuk memahami serta mempraktekkan ilmu-ilmu
tersebut, boleh hanya sebagian orang saja.
Islam menempatkan ilmu pada posisi yang sangat mulia. Abu Darda sekali
kesempatan pernah berkata “bagiku belajar sepanjang malam jauh lebih utama
ketimbang jungkir balik salat semalaman suntuk” Subhanallah Sholat sunnah saja
yang pahalanya melimpah masih lebih utama belajar.
Diceriatakan juga “Nabi Sulaiman diperintah Allah untuk memilih antara harta,
ilmu, atau kekuasaan. Pilihannya jatuh kepada ilmu dan nabi Sulaiman akhirnya
diberi kekuasaan sekaligus kekayaan.
Para teman-temanku seperjuangan yang dimuliakan Allah,
Belajarlah sebab ilmu adalah penghias bagi para pemiliknya. Jadikan
hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna.
"Belajarlah ilmu agama, karena ia adalah ilmu yang paling unggul. Ilmu
yang dapat membimbing menuju kebaikan dan takwa, ilmu paling lurus untuk
dipelajari dan ilmu yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, yakni jalan
petunjuk. Ia laksana benteng yang dapat menyelamatkan manusia dari segala keresahan.
oleh karena itu orang yang ahli ilmu agama dan bersifat "wara'" lebih
berat bagi setan untuk menggodanya daripada seribu ahli ibadah tetapi bodoh.
Demikian uraian singkat dari saya mohon maaf atas segala kesalahan dan kehilafan.
semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat dalam
rangka mencari dan mempelajari tentang ilmu. Aamiin
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Thank's
ReplyDelete