-->

Lulusan Wacana

Lulusan Wacana

Hanya bisa menyelesaikan berbagai macam tugas sekolah dan tidak bisa menyelesaikan permasalahan sendiri, hanya bisa menerangkan tapi tidak bisa menerapkan dalam dunia nyata, hanya bisa berbicara tapi tidak bisa mengambil tindakan.
Bagaimana pendidikan kita saat ini, apakah sesuai dengan harapan bersama ataukah masih jauh dari hal tersebut, majunya peradaban di dunia ini kerena didorong dengan adanya pendidikan yang kian hari semakin berkembang sehingga dengan perkembangan  tersebut setiap individu harus mampu mengikutinya. Baginda kita Nabi Muhammad SAW bersabda.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة
Rasulullah saw bersabda : “Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan”. kita ketahui semua bahwa kata Fardu yang digunakan dalam bahasa arab hanya ada dalam sholat dan dalam mencari ilmu, ini menunjukkan bahwa kadua hal tersebut memang sangat diharuskan bagi kita untuk melaksanakannya.

Ilmu itu sangat penting karena itu sebagai perantara (sarana) untuk bertaqwa. Dengan taqwa inilah manusia menerima kedudukan terhormat disisi Allah, dan keuntungan yang abadi. Sebagaimana dikatakan Muhammad bin Al-Hasan bin Abdullah dalam syairnya : “Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. dia perlebihan, dan pertanda segala pujian, Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna.”

Belajarlah ilmu agama, karena ia adalah ilmu yang paling unggul. Ilmu yang dapat membimbing menuju kebaikan dan taqwa, ilmu paling lurus untuk di pelajarai. Dialah ilmu yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, yakni jalan petunjuk. Tuhan yang dapat menyelamatkan manusia dari segala keresahan. Oleh karena itu orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wara’ lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu ahli ibadah tapi bodoh.

Didalam kitab ta’lim mutaalim juga diterangkan bahwa kewajiban menuntut ilmu bagi muslim laki-laki dan perempuan ini tidak untuk sembarang ilmu, tapi terbatas pada ilmu agama, dan ilmu yang menerangkan cara bertingkah laku atau bermuamalah dengan sesama manusia. Sehingga ada yang berkata,“Ilmu yang paling utama ialah ilmu Hal. Dan perbuatan yang paling mulia adalah menjaga perilaku.” Didalam kontek barusan bukan ilmun yang lain tidak wajib dicari melainkan ada yang harus kita dahulukan, ilmu apa yang harus kita pelajari terlebih dahulu.

Mari kita tafakur dan tadzakur terlebih dahulu dengan fenomena yang terjadi saat ini, kabanyakan orang yang korupsi adalah orang yang mempunyaai peringkat baik didalam dunia pendidikan, IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) mereka tidak hanya ditinggat nasional saja bahkan tergolong baik ditingkat internasional, tetapi kenapa mereka melakukan hal tersebut (korupsi). Karena mereka hanya memandang bahwa tujuan akhir belajar adalah nilai (Rangking/ IPK) sehingga tidak sedikit diantara mereka yang melupakan jasa gurunya yang telah menuangkan ilmu kepadanya, tanpa guru kita tidak akan berarti apa-apa karena guru pula kita bisa mengetahui apa yang belum kita ketahuinya. Maka sudah sepantasnya bagi kita untuk menghormati guru kita siapan dia. Sebagian orang tua masih mendewakan nilai bahkan ada yang menghukum anaknya karena tidak mendapatkan nilai sesuai dengan harapannya.

Jika kita mau sedikit berfikir kenapa anak-anak pada saat ini lebih suka berlama-lamaan dengan game dari pada denga orang tua, bahkan ada sebagian dari mereka kalau tidak memegang Hp satu hari saja seakan tidak punya semangat hidup. Karena game selalu menberikan mereka support atau dukungan (kalah satu level masih bisa diulang lagi). Sedangkan orang tua selalu memberikan beban dan ancaman sehinggan dalam pandangan anak orang tua hanya Momo’ yang menakutkan. Inilah PR para orang tua yang  lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak dari pada bergurunya.

Menurut pandangan saya orang tua yang baik adalah orang yang mau mengerti keadaan anaknya dan tidak mau memaksakan kehendaknya dan tidak juga membiarkan anaknya begitu saja tanpa pangawasan sedikitpun. Menjadikan anak yang tau balas budi lebih baik dari pada menjadikan anak yang hanya pintar tapi lupa akan balas budi.



"Terima kasih atas kunjungan kelian ke blog kami, semoga blog ini memberikan manfaat bagi pembaca dan membuat pembaca tertarik".




0 Response to "Lulusan Wacana"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel