Menjadi Wanita Sholehah Dalam Menggapai Ridho Ilahi
Bercerita
tentang wanita hal yang demikian tidak akan habis habisnya diceritakan bukan
hanya di era sekarang ini tapi sejak dulu para ulama’ menceritakan
tentang wanita, baik
tentang sifatnya maupun ciri khas wanita itu sendiri. tetapi masih banyak yang
bertanya-tanya siapakah wanita sholehah itu, terutama pertanyaan ini ditanyakan
oleh kaum pria yang ingin melanjutkan
kejenjang yang lebih serius. Wanita
sholehah adalah dambaan bagi kaum adam, karena wanita yang baik akan melahirkan
keturunan yang baik pula.
Nabi
kita Muhammad SAW telah bersabda
الدنيا متاع وخير متاع الدنيا
المرأة الصالحة
dunia
itu adalah hiasan, dan
sebaik sebaiknya hiasan adalah wanita sholehah.
Yang
perlu digaris bawahi wanita sholehah, seperti apakah wanita sholehah itu.
Wanita sholehah bukan
hanya wanita yang pintar ataupun cerdas, wanita sholehah adalah wanita yang bisa menjaga pandangannya serta pergaulannya, banyak wanita diluar sana yang tidak bisa menjaga
pergaulannya, tidak menjaga etika dalam berbicara serta tidak menjaga etika
dalam berbusana, maka tidak jarang terjadi pelecehan terhadap kaum wanita. Kaum
wanita harus sadar bagaimana menjaga diri sendiri sehingga terhindar dari
hal-hal yang tidak diinginkan.
Banyak orang berasumsi terjadinya pelecehan itu
dikarenakan oleh kenakalan kaum pria, mungkin asumsi itu sedikit benar, perlu dipahami
terjadinya kejahatan karena adanya kesempatan, kesempatan itu tidak akan muncul
kalau tidak ada sasaran yang memancingnya terlebih dahulu, pernahkah terjadi
perempuan yang berbusana islami dilecehkan oleh kaum pria, cerita itu hampir
tidak ada.
Wanita yang sholehah apabila
dia sudah menikah maka harus pintar-pintar menjaga baik kehormatan dirinya maupun kehormatan suaminya. Banyak yang belum tahu apabila seorang perempuan menikah ada beberapa
adab yang harus dia miliki seperti yang
dikatakan imam Ghazali dalam kitabnya yang berjudul Al-Adab fid din . Pertama,
Selalu merasa malu, seorang istri baik pengantin baru ataupun lama selau merasa
malu kepada seuaminya baik dalam berpenampilan, maupun malu dalam berperilaku
buruk dalam kehidupan sehari-harinya.
Kedua, Banyak berdebat, sudah sepantasnya seorang
istri menjaga tidak selau berdebat dengan suami karena perdebatan akan
menimbulkan pertengkaran. Namun dalam diskusi yang serius dalam mencari
kemaslahatan untuk memecahkan suatu masalah sebaiknya tetap dilakukan. Ketiga,
Senantiasa taat terhadap perintah suami, ketaat seorang istri terhadap suami
merupakan hal wajib selama perintahnya itu tidak bertentangan dengan syariat
islam, seorang istri boleh menolak perintah dengan selalu mengedepankan
kesopanan terhadap suaminya.
Keempat, Diam ketika suami sedang berbicara,
ketika suami berbicara sebaiknya istri diam mendengarkan dengan seksama,
apabila ingin memotong pembicaraanya terlebih dahulu seorang istri minta izin
kepada suami jika tidak diperkenankan sebaiknya istri diam demi menjaga
timbulnya pertengkaran. Kelima, menjaga kehormatan suami ketika ia sedang
pergi. Seorang istri menjaga kehormatan dalam pergaulannya karena hal tersebut
akan rentan menimbulkan fitnah yang tidak diinginkan.
Keenam, tidak berkhianat dalam menjaga harta
suami. Sebaiknya seorang istri tidak menghambur-hamburkan uang untuk keperluan
yang tidak penting apalagi digunakan untuk kemaksiatan. Ketujuh, menjaga badan
tetap berbau harum, berbau harum akan membuat seorang suami betah disampingnya,
sehingga akan menjaga keutuhan serta keharmonisan dalam keluarga. Kedelapan,
mulut berbau segar dan berpakaian bersih, tidak hanya menjaga bau badan, bau
mulut juga perlu dijaga demikian pula denga pakaian yang bersih dan tidak harus
mewah.
Kesembilan, mempunyai sifat qana’ah. Seorang
istri selalu bersyukur dengan apa yang diberikan suaminya, tidak menuntut ini
itu. Bukan berarti seorang istri tidak
boleh mendorong suaminya lebih maju lagi, selalu memotivasi dan mendo’akan demi
kelancaran usahanya. Kesepuluh, menampilkan sikap belas kasih, belas kasih bisa
ditunjukan dengan tidak bersikap kasar apalagi menghina dalam kondisi suaminya
lemah. Kesebelas, selalu berhias, dengan berhiasnya seorang istri akan membuat
suami betah dirumah sehingga tidak mencari alasan untuk selalu keluar rumah.
Kedua belas, memuliakan kerabat dan keluarga
suami. Seorang istri yang bisa menjaga hubungan suami dengan kerabatnya tanpa
pilah pilih memandang status sosialnya, akan menjadikan hubungan kekerabat
tetap terjalin. Ketiga belas, melihat kenyataan suami dengan keutamaan. Selalu
bersyukur dalam keadaan apapun, jika suami dalam keadaan baik seorag istri
hendaknya mensyukuri hal tersebut, dan sebaliknya istri selalu bersabar. Karena
syukur dan sabar keutamaan dari Alllah SWT.
Keempat belas, menerima hasil kerja suami dengan
bersyukur, berapapun penghasilan suami hendeknya selalu tdisyukuri karena
mensyukuri nikmatnya, Allah akan menambahkan denga kebaikan yang lainnya.
Kelima belas, menampakkan rasa cinta kepada suami kala berada didekatnya,
dengan adanya cinta yang terjalin antara suami istri akan membuat keluarga yang
saling mencintai. Keenam belas, merasa gembira dikala melihat suami, jangan
menunjukkan kecemberutan ketika melihat suaminya karena kegembiraan istri
adalah kegembiraan suami pula.
Semakin banyak kebaikan yang dilakukan istri
kepada suami semakin banyak pula keberkahan yang diterimanya, Allah akan mengangkat
derajat seorang istri serta dijanjikan surganya, perlunya mempunyai sikap yang
baik karena sikap yang baik akan selalu dikenang sampai kapanpun.
Semoga tulisan ini berarti bagi pembaca sekalian,
mohon maaf apabila ada kesalahan baik ketikan maupun susunan bacaan. Terima
kasih telah mengunjungi blok kami. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabaraktuh.

0 Response to "Menjadi Wanita Sholehah Dalam Menggapai Ridho Ilahi"
Post a Comment