-->

Wacana perpindahan ibu kota jakarta



Perpindahan ibu kota mencajadi wacana baru yang saat ini lagi viral. Dari berbagai pertimbangan ibu kota akan dipindahkan ke kelimantan timur dengan adanya perpindahan ibu kota jakarta ini diharapkan akan mengubah perekonomian indonesia.
Pemindahan Ibu Kota Baru ke Kalimantan Timur disampaikan lewat konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Lokasi yang dipilih adalah sebagian Kabupaten Penajem Paser Utara dan sebagian Kutai Kertanegara. Kedua lokasi ini bertempat di Provinsi Kalimantan Timur. 5 Fakta Kutai Kartanegara, Ibukota Baru yang Kaya Akan SDA dan Lokasi Kerajaan Tertua di Indonesia. Keputusan pemindahan ibu kota baru di Indonesia diumumkan pada konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/8/2019) siang.

Sejarah ibu kota Jakarta
Jakarta merupakan ibu kota terbesar di Indonesia yang terletak di jawa barat dekat sungai ciliwung, pada abat ke 4 M merupakan sebuah permukiman dan pelabuhan Hindu. Maka dengan tempat yang strategis  tersebut. Jakarta dikenal dengan beberapa nama selama periode kerajaan sunda dan jayakarta Jakarta dinamakan sunda kelapa, Jakarta juga diseburt Djajakarta atau Jacatra pada periode kesultanan banten. Pada tahun 1619-1799 dinamakan kota tua Jakarta, sedangkan pada tahun 1809-1942 jakarta berubah menjadi kota baru, serta perkembangan Jakarta yang terakhir Jakarta modern sejak proklamasi kemerdekaan pada 1945 sampai sekarang ini.


Polemic dipindahkan ibu kota
Banyak diantara politisi menyayangi dengan perpindahan ibu kota, memindahkan ibu kota tidak membutuhkan biaya yang sedikit, buka hanya itu dengan perpindahan ibu kota yang asalnya di tempatkan dijakarta di pindahkan di pulau Kalimantan timur itu akan mengubah ekonomi Jakarta tersendiri, kemungkinan Jakarta tidak sejahtera seperti sekarang ini karena hampir semua aktivitas pemerintahan akan dipindahkan ke Kalimantan.
Alasan lainnya adalah pemindahan ibu kota ke luar Jawa dikarenakan ketimpangan pembangunan antara Jawa dan pulau lainnya yang begitu jauh. Nantinya, ibu kota baru akan dijadikan pusat pemerintahan dan akan di bangun Istana Presiden juga Kantor kementerian di sana. Sementara Jakarta, tetap akan menjadi pusat bisnis dan keuangan skala nasional.

Alasan dipindahkan ibu kota
Perpindahan ibu bukan tidak dengan alas an, banyak permasalahan yang di Jakarta sehingga memungkinkan ibu kota dipindahkan ke pulau kalimantan, dari segi macet serta pendudukanya yang sudah mulai padat. Kepadatang penduduk tersebur sangat mempengaruhi berkembangnya Jakarta sebagai ibu kota yang terbesar, apalagi berbicara tentang pembebasan lahan untuk alat transportasi
Ada beberapa alasan yang mendasarinya, yaitu sebagai berikut:
Pertama, Penduduk Jawa terlalu padat Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 menyebutkan, sebesar 56,56 persen masyarakat Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa. Sementara di pulau lainnya, persentasenya kurang dari 10 persen, kecuali pulau Sumatera. Penduduk Sumatera sebesar 21,78 persen dari keseluruhan masyarakat Indonesia, atau sebanyak 56.932.400 jiwa. Di Kalimantan, persentase penduduk Indonesia hanya 6,05 persen atau 15.801.800 jiwa. Di Sulawesi, persentase penduduk Indonesia sebesar 7,33 persen atau 19.149.500 jiwa. Di Bali dan Nusa Tenggara, penduduknya sebanyak 14.540.600 jiwa atau 5,56 persennya penduduk Indonesia.
Kedua, Kontribusi ekonomi terhadap PDB Alasan keduanya adalah kontribusi ekonomi pulau pulau terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia atau Produk Domestik Bruto (PDB), sangat mendominasi. Sementara pulau lainnya jauh tertinggal. Jokowi ingin menghapuskan istilah "Jawasentris" sehingga kontribusi ekonomi di pulau lain juga harus digenjot. kontribusi ekonomi terhadap PDB di pulau Jawa sebesar 58,49 persen. Sebanyak 20,85 persen di antaranya disumbang oleh Jabodetabek. Sementara pertumbuhan ekonomi di pulau Jawa sebesar 5,61 persen. Adapun di Kalimantan, kontribusi ekonominya sebesar 8,2 persen dengan pertumbuhan ekonomi 4,33 persen. Namun, perrumbuhan ekonominya paling tinggi, yakni 6,99 persen. Di Bali dan Nusa Tenggara, kontribusinya 3,11 persen dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,73 persen. Di Maluku dan Papua, berkontribusi sebesar 2,43 persen dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,89 persen.
Ketiga. Krisis ketersediaan air Ketersediaan air bersih menjadi salah satu concern pemerintah dalam menentukan lokasi ibu kota baru. berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2016, mengalami krisis air yang cukup parah. Ada daerah yang termasuk indikator berwarna kuning yang artinya mengalami tekanan ketersediaan air, seperti di wilayah Jawa Tengah. Di wilayah Jawa Timur, indikatornya berwarna oranye yang artinya ada kelangkaan air. Sementara di wilayah Jabodetabek, indikatornya merah atau terjadi kelangkaan mutlak. Alasan Pindah hingga Pembiayaan Hanya sebagian kecil di pulau Jawa yang memiliki indikator hijau atau ketersediaan airnya masih sehat, yakni di wilayah Gunung Salak hingga Ujung Kulon.
Keempat. Konversi lahan di Jawa mendominasi Hasil modelling KLHS Bappenas 2019 menunjukkan, konversi lahan terbesar terjadi di pulau Jawa. Proporsi konsumsi lahan terbangun di pulau Jawa mendominasi, bahkan mencapai lima kali lipat dari Kalimantan. Proporsi lahan terbangun di Kalimantan diprediksi meningkat pada 2020 menjadi 10,18 persen dan 11,08 persen pada 2030. Sementara di Sumatera, proporsi lahan terbangunnya sebesar 32,54 persen pada 2010. Diprediksi, pembangunannya terus meningkat pada 2020 sebesar 32,71 persen dan pada 2030 sebesar 32,87 persen. Adapun di Sulawesi, proporsi lahan terbangunnya sebesar 4,88 persen pada 2010. Kemudian, diprediksi terus bertumbuh menjadi 5,42 persen pada 2020 dan 5,96 persen pada 2030.

Kelebihan dipindahkannya ibu kota
Kelebihannya dari Kalimantan banyak lahan yang masih kosong, sehingga mudah untuk memulai sesuai tujuan yang diinginkan. Dengan ketersediaan lahan yang luas, pemerintah bisa lebih leluasa dalam hal penguasaan lahan. Kontrol pemerintah akan lebih kuat jika lahannya belum terlalu banyak dimiliki pihak swasta. Ibu Kota pindah ke Kalimantan, akan lebih baik dalam melakukan desentralisasi geopolitik, yang selama ini bernuansa Jawa Sentris bisa menjadi Indonesia Sentris. Pulau selain Jawa akan berpotensi mendapat prioritas lebih dibanding sebelumnya. efek trickle down economy untuk daerah sekitar lokasi Ibu Kota di Kalimantan akan positif jika dilakukan dengan benar. Disamping dengan kelebihan yang dimiliki Kalimantan, tentu tidak terlepas dari kekurangannya seperti permasalahan lintas pulau.
Hal ini dapat dikatakan sulit dalam hal logistik untuk pengadaan bahan dan SDM ahli pembangunan. Selain itu, secara psikologis resistensi untuk pindah ke lokasi sejauh itu akan tinggi di awalnya. Biaya transportasi akan lebih mahal karena harus via kapal udara atau laut.



1 Response to "Wacana perpindahan ibu kota jakarta"

  1. Apabila benar2 dipindahkan ibu kota semoga mengubah perekonomian Indonesia ke yg lebih maju lagi.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel